Terkuaknya Aliran Uang Bos First Travel di London

WNI yang bermukim di London, Usya Soemiarti Soeharjono blak-blakan mengaku mendapat uang dari bos First Travel Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan dengan total Rp 24 miliar. Aliran uang dari penipuan jemaah umrah First Travel itu salah satunya digunakan untuk membeli restoran di London.

Uang puluhan miliar itu dikirimkan melalui rekening First Travel ke rekening pribadi milik Usya untuk digunakan berbagai keperluan. Menurut Usya, Rp 12 miliar dipakai untuk pembelian restoran Golden Bay sekaligus renovasi bangunan.

“Untuk restoran, biaya renovasi dan lain-lain semuanya Rp 12 miliar,” ujar saksi Usya Soemiarti Soeharjono bersaksi dalam sidang lanjutan bos First Travel di Pengadilan Negeri Depok, Jl Boulevard, Cilodong, Depok, Senin (2/4/2018).
Usya mengakui dia yang menawarkan Andika dan Anniesa untuk membeli restoran di London. Uang pembelian kemudian ditransfer dalam 3 tahap, yakni pada 5 Maret 2015, 13 Maret 2015 dan 29 November 2015.

“Jadi total Rp 12 miliar sekian ya?” tanya hakim.

“Iya,” jawab Usya membenarkan.
Anehnya, kepemilikan restoran itu diatasnamakan Usya, bukan Andika atau Anniesa. Usya pun tak tahu dari mana uang tersebut berasal.

“Saya tidak tahu,” ujarnya di persidangan.

Saking banyaknya uang yang ditransfer, jaksa penuntut umum sampai membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Usya. Dalam BAP-nya, Usya menuturkan kalau uang tersebut juga digunakan untuk keperluan liburan keluarga Andika dan Anniesa keliling Eropa.

“Dari rekening atas nama First Travel telah ditransfer tanggal 26 Juni Rp 408 juta, tanggal 3 Juli Rp 1,5 miliar, kemudian Rp 1 miliar lagi ke rekening saudara. Kemudian 27 Oktober 2014 Rp 2,9 miliar, 29 Oktober Rp 2 miliar,” kata jaksa membacakan BAP Usya.
Jaksa juga membacakan pengiriman uang dari rekening First Travel lainnya pada 2015 ke rekening Usya. Jaksa menyebut transfer terjadi pada Juli 2015 Rp 2 miliar; tanggal 26 Maret Rp 1,9 miliar; tanggal 4 Februari Rp 1,9 miliar.

Kemudian pada transfer tanggal 15 Mei Rp 1,7 miliar; tanggal 7 April Rp 1,7 miliar; tanggal 18 Maret Rp 460 juta; tanggal 1 Juni Rp 350 juta.

Selanjutnya, transfer tanggal 5 Maret Rp 395 juta; tanggal 9 Maret Rp 982 juta dan tanggal 23 November Rp 302 juta. Jaksa di persidangan menegaskan rincian transfer ini berasal dari pemeriksaan PPATK.

“Ini kalau ditotal kira-kira Rp 24 miliar. Saya ingin tanyakan ini transfer dimulai 2014, sementara pembelian restoran tahun 2015. Transfer tahun 2014 sampai 2016 untuk keperluan apa saja?” tanya jaksa.
“Untuk keperluan biaya liburan keluarga Andika dan Anniesa,” jawab Usya.

Usya menuturkan setidaknya ada 4 negara yang dikunjungi.

“London, Amsterdam, Paris, Swiss, Italia,” ungkap Usya.

Bahkan, selain pelesiran keliling Eropa, uang tersebut juga dipakai untuk event Hello Indonesia di London. Selama event tersebut bos First Travel menginap di Hotel Continental.

“Yang jelas mahal. Rp 8 juta semalam,” sebut Usya saat ditanya harga kamar yang dipesan bos First Travel.

Sumber: Detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Konsultasi Hukum

× KONSULTASI