Kerusakan terumbu karang di Raja Ampat lebih besar dari 1.600m2

Pemerintah Indonesia saat ini masih mengevalusi besar kerusakan itu agar segara menentukan langkah restorasi dan rehabilitasi. Pemerintah Indonesia juga akan mengajukan gugatan ke perusahaan kapal Noble Caledonia dalam waktu dekat.

Menurut Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Brahmantya Poerwadi, setelah mengetahui total luasan dan jenis karang yang rusak akibat ditabrak kapal MV Caledonian Sky, pemerintah juga akan menilai multiplier effect(dampak berlipat-lipat) yang ditimbulkandan opportunity lost (biaya atas kesempatan yang hilang) dari insiden tersebut.

“Multiplier effect, misalkan dulu di sana tempatnya schooling ground (tempat berkumpulnya) ikan. Karena tidak ada tempatnya lagi mungkin dari ssi pendapatan perikanannnya jadi tidak ada. Kendala sisi pariwisatanya juga sangat merugikan di sana. Itu juga akan kita evaluasi. Berapa sih mereka dapatnya setahun?” kata Brahmantya.

“Dan lost of opportunity ini harus kita detailkan sampai kepada rehabilitasi koral ini selesai perkiraan waktunya hingga mereka kembali normal,” tambah Brahmantya. Dari besar kerusakan juga, pemerintah kemudian baru dapat membuat anggaran restorasi dan rehabilitasi terumbu karang yang dapat membutuhkan waktu hingga 20 tahun .

“Koral itu paling cepat (tumbuh) lima centimeter per tahun, diitentukan oleh habitat dan kondisi air laut. Semakin jernih, semakin cepat (pertumbuhannya),” jelas Brahmantya.

Sumber: BBC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Konsultasi Hukum

× KONSULTASI