Eks Dirut Garuda Indonesia Jadi Tersangka KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di tubuh BUMN PT Garuda Indonesia Airlines (GIA). Penetapan status tersangka terhadap Chairman MatahariMall.com (MatahariMall) dan Lippo Board of Management ini dibenarkan Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif.

“Iya,” kata Laode saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (19/1/2018).

Informasi yang dihimpun, Emir ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga menerima hadiah atau janji terkait pengadaan pesawat. Rasuah itu terjadi saat Emir masih duduk sebagai Dirut PT GIA.

Garuda sendiri diketahui membeli 11 pesawat Airbus A330-300 pada 2012 silam. Pembelian pesawat Airbus A330-300 ini sebetulnya tidak masuk dalam rencana untuk melengkapi armada Garuda sesuai dalam program Quantum Leap Garuda.

Pesawat A330-300 yang dibeli ini akan ditenagai oleh 2 mesin Rolls Royce Trent 700. Padahal, Airbus A330-300 bisa ditenagai oleh 3 pilihan mesin, yaitu Rolls Royce 700, Pratt & Whitney PW 400, atau GE CF6-80E.

Namun, mesin Trent 700 yang dipakai untuk menerbangkan Airbus A330-300 ini ternyata masuk ke dalam ‘daftar hitam’ lembaga regulator penerbangan sipil di Amerika Serikat, Federal Aviation Administration Safety Alert.

Pihak Rolls-Royce diduga kerja sama dengan seorang perantara yang bisa meyakinkan PT Garuda untuk membeli mesin Trent 700. Perantaran ini mendapatkan imbalan sebesar 2,2 juta dolar AS atau sekitar Rp 26 miliar dan sebuah mobil Rolls-Royce Silver Spirit.

Sayangnya, Laode belum mau mengungkap secara detail mengenai sengkarut dugaan korupsi Emir. Menurut Laode, hal itu akan dijelaskan dalam jumpa pers. Kasus baru ini sendiri terungkap dari serangkaian penggeledahan yang dilakukan penyidik di empat tempat di Jakarta pada Rabu (18/1/2017).

Dari penggeledahan tersebut, penyidik mensita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan kasus. Penggeledahan tersebut terkait kasus suap lintas negara yang nilainya jutaan dolar Amerika Serikat.

“Akan ada konferensi pers,” tandas Laode.

Sumber: Netralnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Konsultasi Hukum

× KONSULTASI