8 Fakta Baru Penembakan Brigadir Yoshua Hutabarat.

Peristiwa naas Brigadir Nofariansyah Yoshua Hutabarat atau yang sering di panggil Brigadir J meninggalkan trauma tersendiri bagi keluarga dan kerabat.

Insiden baku tembak antara polisi yang menewaskan Brigadir Yoshua menimbulkan banyak polemik, lantaran bukan hanya luka tembak yang ditemukan pada jasad Brigadir Yoshua, ditemukannya lubang pada bagian kepala dan beberapa bagian organ tubuh yang ditemukan berkumpul menjadi satu dan lagi ditemukanya plastik pada bagian dalam perut Brigadir Yoshua, menjadi tanda tanya besar untuk saat ini.

Kasus penembakan ini terjadi pada jumat, 8 Juli 2022 di rumah Dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo di kompleks Polri, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta selatan , Brigadir Yoshua beradu tembak dengan Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E.

Pengusutan kasus adu tembak antara Brigadir J dan Bharada E terus diusut oleh tim khusus yang dibentuk oleh Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo dan diawasi oleh Komnas HAM serta Kompolnas sebagai pengawas ekternal Polri.

Pada hari senin tanggal 1 Agustus 2022, polisi mendatangi Rumah Dinas Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo, untuk melakukan penyidikan perkara, dari pagi hingga sore.

Dan spada sore harinya Komnas HAM menggelar konferensi Pers untuk memberitahu perkembangan investigasi kasus penembakan Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo, berikut 8 fakta terbaru kasus penembakan Brigadir J.

  1. Tim Khusus Uji Balistik

Kasus adu tembak antara Brigadir J dan Bharada E terjadi dalam waktu yang singkat, namun uji balistik yang dilakukan oleh Polri Memakan waktu 6,5 jam untuk membuka kejelasan peristiwa yang terjadi satu demi satu. Tidak hanya tim lapangan namun gelar perkara ini juga dihadiri oleh Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo yang ikut serta dalam tim uji balistik.

Sejumlah mobil polisi berjejer mengelilingi rumah Irjen Fredy Sambo. Tim Uji Balistik memeriksa sudut demi sudut rumah untuk mengecek jarak tembakan yang menewaskan Brigadir Yoshua, menurut penuturan Irjen Dedi Prasetyo  ini masih proses pendalaman, dari hasil  Uji Balistik yang sudah dilakukan oleh Labfor, untuk jarak tembak dan persebaran pengenaan peluru, beliau juga mengatakan bahwa baru pertama kali ini Uji Balistik dari uji Labfor, kemudian didalami di TKP dengan melibatkan dari Inafis, Forensik dan penyidik gabungan, dan juga menambahkan masyarakat Indonesia dimohon bersabar untuk hasil Uji Balistik ini.

2. Tim Khusus Pemindai di TKP

Timsus Polri memasang alat pemindai KTP di balkon lantai dua milik Irjen Fredy Sambo, Timsus dengan menggunakan baju kemeja putih dan celana hitam memasang pemindai tersebut di balkon sekitar pukul 12.45 WIB.

Pemindai ini memiliki panjang sekitar 1,5 meter dan dipasang kurang lebih 15 menit dan lampu dinyalakan dan dipadamkan menjelang siang hari.

pada pukul 11.42 WIB terpantau Kepala Badan Reserse Kriminal Komjen Agus Harianto meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP)  dengan menaiki mobil.

3. Ajudan-ART Ferdy Sambo Diperiksa Komnas HAM

Ajudan dan asisten rumah tangga Irjen Fredy Sambo dating ke Knator Komnas HAM untuk dimintai keterangan terkait kasus baku tembak antara Bharada E dan Brigadir Nofriyansah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Pada jam 10.16 WIB, terlihat ADC dan asisten rumah tangga Irjen Ferdy Sambo tiba di Kantor Komnas HAM, mereka datang dengan pengawalan personil kepolisian. Tidak hanya ajudan dan asisten rumah tangga yang ikut memenuhi panggilan Komnas HAM namun, ajudan yang pekan lalu diperiksa juga datang menggunakan pakian kaos dan topi hitam.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Ahmad Ramadhan juga hadir dalam dalam panggilan tersebut untuk pendampingan terhadap ajudan asisten rumah tangga.

4. LPSK Jadwalkan Bharada E Asesmen Pekan ini

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) minggu ini akan melakukan asesmen lanjutan kepada Bharada E, yang saat ini diduga terlibat baku tembak yang menewaskan Brigadir Yoshua

Menurut tuturan dari Erwin aka nada asesmen ulang yang akan dilakukan LPSK kepada Bharada E karena belum tuntas semua, ada beberapa pemeriksaan psikologis lainya.

5. Petugas PCR dan Sopir Ferdy Sambo Diperiksa Bareskirim

Sekedar informasi Irjen Fredy Sambo melakukan tes PCR saat kejadian baku tembak dirumahnya di Kawasan Duren Tiga. Namun berbeda rombongan dengan sang istri, Brigadir J dan Bharada E.

Bareskrim memeriksa petugas PCR dan Sopir Irjen Fredy sambo, petugas PCR yang dimaksud adalah petugas yang berasal dari laboratorium Smart Co.

6. Komnas HAM Klaim Investigasinya Maju Signifikan

Dari penuturan Komisioner Komnas Ham Beka Ulung Hapsara dari keterangan Ajudan dan Asisten rumah tangga Irjen Ferdy Sambo, Komanas HAM mendapatkan kemajuan yang sangat signifikan terhadap kasus tewasnya Brigadir Yoshua.

Komisioner Komnas HAM juga menambahkan mendapatkan bukti tambahan terkait tes PCR dirumah pribadi Irjen Fredy Sambo yang melengkapi kerangka waktu peristiwa kejadian.

7. Istri Fredy Sambo kembali Absen Asesmen di LPSK

Mangkirnya panggilan istri Fredy sambo dari panggilan LPSK dikarenakan kondisi psikologis yang masih belum stabil. Dijelaskan oleh Arman Hanis selaku pengacara istri Irjen Fredy Sambo ditemani oleh tiga psikolog untuk menjelaskan keadaan istri Irjen Fredy Sambo kepada LPSK

8. Komnas HAM Periksa Senjata Brigadir J dan Bharada E Besok

Pada hari Rabu tanggal 3/8/22 Komnas HAM melakukan pemeriksaan balistik hingga senjata Brigadir J dan Bharada E. Komisiaris Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara pemeriksaan kasus tewasnya Brigadir J dilanjutkan pada hari Rabu tanggal 3/8 karena pada hari Selasa tanggal 2/8 diadakan agenda internal Komnas HAM.

Leave a Reply

Your email address will not be published.